Terbaru, Ini Alasan Tigor Tanjung yang Mengaku Kecewa Atas Ditundanya SEA Games 2021 Vietnam

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
JAKARTA - Sekretaris Jenderal PB PASI, Tigor Tanjung merasa kecewa atas ditundanya SEA Games 2021 Vietnam yang sejatinya diadakan pada November akan datang.
Pasalnya, baik atlet, pelatih dan ofisial PB PASI telah banyak mengeluarkan energi guna melakukan persiapan.
Sekjen PB PASI, Tigor Tanjung saat diwawancarai setelah melakukan MoU bantuan anggaran fasilitas pelatnas Olimpiade 2020 dan pembinaan jangka panjang dari Kemenpora di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2020). (tribunnews.com/abdul majid)“Ya, kecewa pasti ada karena kami dari sisi kami olahraga harusnya jalan terus dan tentu kami semua sudah mengeluarkan banyak energi terutama atlet-atlet., Mereka sudah berharap dapat tampil baik di SEA Games,” kata Tigor saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (10/7/2021).
Ini Alasan Tigor Tanjung yang Mengaku Kecewa Atas Ditundanya SEA Games 2021 Vietnam
Setelah adanya kabar penundaan, pihaknya akan mengevaluasi program latihan yang dapat saja berdampak pada atlet.
“Dengan penundaan ini berarti harus ada peninjauan kembali pada program-program latihan dan dapat saja kesempatan atlet tersebut untuk tampil di SEA Games dapat hilang karena penundaan,” terang Tigor,
Luhut Binsar Pandjaitan dan Tigor Tanjung (dok pribadi)“Karena kita tidak tahu apa yang terjadi 3-4 bulan akan datang,” sambungnya.
Seperti diketahui, untuk jadwal penundaan SEA Games baru akan ditentukan usai Olimpiade 2020 Tokyo, tapi sebelumnya ada usulan untuk dapat dihelat di Maret atau April 2021.
Sementara itu, Tigor memahami penundaan SEA Games memang jadi hal yang wajar dilakukan mengingat ungkapan Covid-19 yang kini kasusnya belum dapat diatasi di berbagai negara di ASEAN termasuk Indonesia.
Ketua Umum PB PASI, Luhut Binsar Pandjaitan menyambangi latihan atlet atletik Indonesia di Stadion Madya, Senayan, Jakarta (Tribunnews/Abdul Majid)“Di sisi lain, kami memahami seluruh dunia ini menghadapi persoalan yang sama, yang berat, covid 19 ini susah sekali dibendung dan pemerintah hanoi, Vietnam sedang kerepotan. Ho Chi Minh City saja sedang lock down, tak menutup kemungkinan akan hingga ke Hanoi. Jadi menurut kami ini juga keputusan yang harus didukung,” pungkasnya.