Parah! Anti Ribet, Begini Strategi Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo 2020

Pemain ganda putri andalan Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu akan tampil di Olimpiade Tokyo 2020
Greys/Apri sukses mengamankan tiket menuju Olimpiade Tokyo 2020 setelah berjibaku melawan pemain dari negara kuat lainnya.
Saat tampil sebagai wakil Indonesia di ajang empat tahunan ini, Greysia dan Apriyani memiliki catatan yang berbeda.
Greysia Polii akan melakukan Olimpiade-nya yang ketiga.
Anti Ribet, Begini Strategi Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo 2020
Sementara Apriyani Rahayu berstatus sebagai debutan di kompetisi kelas dunia ini.
Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berfoto bersama dengan medali usai keluar sebagai juara setelah mengalahkan wakil Denmark Maiken Fruergaard dan Sara Thygese pada Final indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020). Greysia Polii dan Apriyani Keluar sebagai Juara Indonesia Masters 2020 usai mengalahkan pasangan Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen tiga set dengan skor 18-21, 21-11, dan 23-21. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)
Meski baru pertama kali pentas di Olimpiade, Apriyani Rahayu sudah memperbanyak bekal untuk melakukan roda kompetisi nantinya.
Terlebih, ia memiliki partner yang sangat berpengalaman di kancah internasional.
Apri berusaha untuk mengendalikan diri, pikiran dan emosi saat berada di Olimpiade Tokyo nanti.
"Saya sangat bersyukur pada Tuhan (atas kesempatan ini)," ungkap Apri dikutip dari laman BWF.
"Saya merasa sangat bersemangat."
"Tetapi saya harus mengendalikan diri, pikiran, dan emosi saya," sambungnya.
Pemain berusia 23 tahun itu telah melakukan diskusi dengan pelatihnya tentang apa yang akan terjadi di Jepang nanti.
Menurutnya, ia tak akan tampil ribet bersama rekannya.
Greys/Apri akan tampil sesimpel mungkin di setiap pertandingan dan berusaha memperoleh hasil terbaik.
Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu saat melawan wakil Denmark Maiken Fruergaard dan Sara Thygese pada Final indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020). Greysia Polii dan Apriyani Keluar sebagai Juara Indonesia Masters 2020 usai mengalahkan pasangan Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen tiga set dengan skor 18-21, 21-11, dan 23-21. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)Apri menuturkan kebersamaan dengan Greysia Polii membuatnya dapat menikmati pertandingan sembari menjaga fokus.
Hal itu pula yang ingin ia terapkan saat berlaga di ajang empat tahunan tersebut.
Pola pikir selangkah demi selangkah juga tak akan ia tinggalkan nanti.
"Saya masih berusia muda, emosi saya kadang masih naik turun. Tetapi dengan Greysia saya dapat tetap tenang dan menikmati pertandingan," ujar Apri.
"Kami tak akan membuat rumit keadaan. Kami akan menatap turnamen ini dan berjuang dengan keras di setiap pertandingan."
"Ini adalah soal berpikir selangkah demi selangkah."
"Saya tidak ingin memikirkan semifinal atau final. Saya hanya akan melakukan yang terbaik," lanjutnya.
Kiprah Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo 2020 dimulai dari fase grup cabang bulutangkis.
Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu saat melawan wakil Denmark Maiken Fruergaard dan Sara Thygese pada Final indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2020). Greysia Polii dan Apriyani Keluar sebagai Juara Indonesia Masters 2020 usai mengalahkan pasangan Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen tiga set dengan skor 18-21, 21-11, dan 23-21. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)Hasil drawing menempatkan mereka bersaing dengan nama-nama yang tak mudah.
Mereka bakal ditantang Sayaka Hirota/Yuki Fukushima asal Jepang.
Selain itu, masih ada Chloe Birch/Lauren Smith yang menjadi jagoan Inggris.
Serta tak ketinggalan ada pasangan Chow Mei Kuan/Lee Meng Yean.
Keempat pasang ganda putri tersebut akan bersaing di Grup A cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020.
Berita terkait Bulutangkis lainnya
(Tribunnews.com/Guruh)